CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 17 Juli 2013


Pasar yang ada di Jepara

Kabupaten Jepara propinsi jawa tengah terdapat beberapa Pasar :
  • Pasar Jepara 1 : di Jobokuto
  • Pasar Jepara 2 : di Jobokuto
  • Pasar Apung : di Demaan
  • Pasar Pengkol : di Pengkol
  • Pasar Bulu : di Bulu
  • Pasar Kerajinan : di  Margoyoso
  • Pasar Kalinyamatan : di kalinyamatan
  • pasar mayong : dimayong

Sejarah Tenun Troso


Asal usul Tenun Troso dari Kota Jepara Jawa tengah : Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kaupaten Jepara adalah merupakan sentra kerajinan Tenun Ikat dan merupakan produk unggulan Kabupaten Jepara setelah industri mebel. Desa ini terletak sekitar 15 Km arah Tenggara Kota Jepara.
Banyaknya pengerajin yang berkebang saat ini mennjadikan Troso semakin dikenal luas sebagai clastre home industry kain ATBM ( alat tenun bujkan mesin ). Sesuai dengan perkembangan pasar, permintaan terhadap produk Tenun Ikat Troso pun semakin berkembang mengikuti permintaan konsumen.

Motif khas yang bernuansa etnis, tradisional, klasik, dan unik pun masih dipertahankan disamping motif kontemporer modern. Produk yang dihasilkan antara lain Kain Sutra, Sajadah, Bed Cover, Blangket, Sarung, Kain, Mersis (bahan Baju dan Rok), Place met, Taplak Meja dan produk-produk menarik lainnya.

Perkembangan industri tenun ini telah mencapai 238 unit usaha dan meyerap tenaga keja sebanyak 4.210 orang pada tahun 2005 dengan nilai investasi lebih dari Rp. 1 Milyar. Produksi hingga saat ini telah  mencapai sekitar Rp. 54,5 Milyar.

Sejarah tenun Troso Jepara adalah Industri tenun ini menghabiskan bahan baku sekitar 1.326 ton per tahun dengan nilai bahan baku sekitar Rp. 65,2 Milyar. Bahan baku yang sering dipakai antara lain katun, viskos, sutra alam, serat nanas, rayon,pewarna, rafia. Permasalahan saat ini adalah terbatasnya ketersediaan bahan baku terutama sutra alam. Keterampilan membuat Tenun Ikat sudah dimiliki oleh warga Desa Troso sejak tahun 1935, jauh sebelum kemerdekaan RI. Bermula dari alat Tenun Gedog warisan turun-temurun kemudian sekitar tahun 1943 mulai berkembang alat Tenun Pancal dan kemudian pada tahun 1946 beralih menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATMB) hingga sekarang. Setelah Tenun Troso berkembang serta menjanjikan prospek yang cerah bagi para pengerajin dan pengusaha, Tenun kemudian bukan hanya menjadi monopoli masyarakat Desa Troso, tetapi juga mulai merambah desa sekitarnya, yaitu Desa Sowan Lor dan Desa Pecangaan Kulon, sehingga produksi bahan sandang ini semakin meningkat. Apalagi masuknya inovasi baru berupa desain-desain baru dari perancang mode yang mudah diserap oleh para pengrajin,membuat Tenun Troso melejit.

mengungguli tenun ikat daerah lain. Namun sebelum sampai kondisi seperti sekarang ini, dalam setiap kesempatan para pengusaha Tenun Troso senantiasa diajak dan didorong untuk mengikuti berbagai macam pameran, baik yang dilakukan didalam maupu diluar negeri. Setelah serangkaian pameran yang disertai upaya peningkatan kualitas sesuai dengan permintaan pasar, industri ini semakin dikenal, bukan saja didalam negeri tetapi telah mulai menyibak pintu pasar internasional. Memang untuk merambah pasar internasional ini para pengusha masih mengandalkan pintu pasar Bali, dan beberapa Kota seperti Jogjakarta, Jakarta,Solo dan Pekalongan. Bahkan sebagian desar produk Tenun Ikat Bali yang diekpor adalah buah tangan masyarakat Desa Troso. Pasar ekspor yang sudah ditembus adalah Amerika,Jepang, Eropa, Singapura, dan Afrika malalui pihak ketiga.
Disamping itu peningkatan teknologi produksi dan finishing Tenun Ikat juga terus dilakukan, dengan disertai pemantapan program Bapak angkat dan kemitraan melalui peran serta Koperasi Kerajinan Industri Rakyat (KOPINRA) yang tergabung dalam kelompok Perajin Sentra Tenun Ikat Desa Troso Kecamatan Pecangaan, Jepara. Angin segar dari Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Jepara melalui pemakaian Seragam hasil produksi lokal bagi PNS dilingkungan Penerintah Kabupaten Jepara dan Propinsi Jawa Tengah Setiap hari Kamis dan Sabtu juga turut membawa para pengusaha Tenun Troso ini meraih kesuksesan.

Tenun ikat atau kain ikat adalah kriyan tenun Indonesia berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kain ikat dapat dijahit untuk dijadikan pakaian dan perlengkapan busana, kain pelapis mebel, atau penghias interior rumah. Sebelum ditenun, helai-helai benang dibungkus (diikat) dengan tali plastik sesuai dengan corak atau pola hias yang diingini. Ketika dicelup, bagian benang yang diikat dengan tali plastik tidak akan terwarnai.

Tenun ikat ganda dibuat dari menenun benang pakan dan benang lungsin yang keduanya sudah diberi motif melalui teknik pengikatan sebelum dicelup ke dalam pewarna. Teknik tenun ikat terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia yang terkenal dengan kain ikat di antaranya: Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor. Kain gringsing dari Tenganan, Karangasem, Bali adalah satu-satunya kain di Indonesia yang dibuat dari teknik tenun ikat ganda (dobel ikat). Kain ikat dapat dibedakan dari kain songket berdasarkan jenis benang. Songket umumnya memakai benang emas atau perak. Motif kain songket hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain ikat terlihat pada kedua sisi kain. http://www.pasarjepara.info/2012/06/sejarah-tenun-troso.html

Makanan Khas Jepara

Beranekaragam Makanan Khas dari Kota Jepara yang nikmat dan Lezat ^_^ yang siap santap bagi mereka yang doyan makanan Khas dari jepara

Dibawah ini ada beberapa List Makanan Khas dari Kota Jepara :
  • Adon-adon Coro = minuman jahe santan dengan irisan kelapa bakar, yang disajikan hangat.
  • Es Gempol = minuman santan dan gempol (bola dari tepung beras), biasa disajikan manis, asin, hangat ataupun dingin.
  • Es Pleret = minuman santan dan pleret (tepung beras yang dimakan sedikit kenyal) hampir mirip dengan gempol.
  • Dawet Jepara (Es Cendhol / Cendol) = terbuat dari bahan-bahan tepung sagu, gula merah asli, santan kelapa.
  • Rondo Royal = tape goreng yang dibungkus tepung.
  •  Klenyem = ketela parut goreng isi gula merah.
  • Kenyol = ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi gula merah, cara masak dikukus.
  • Nogosari = tepung dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus.
  • Moto Belong = ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus, dan disajikan dengan cara dipotong-potong agak miring menyerupai bola mata dan dimakan dengan kelapa yang diparut dicampur sedikit gula.
  • Poci = tepung dari ketan yang dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut diisi campuran kelapa parut dan gula merah.
  • Kuluban = urap-urap dengan nangka muda, kacang panjang dan daun mudanya, tauge mentah, dan buah petai, disajikan mentahan.
  • Pecel Ikan Laut Panggang = ikan laut bakar dengan bumbu sambal santan kelapa.
  • Horok-horok = makanan yang sangat langka dan hanya ditemukan di jepara ini dibuat dengan bahan baku sagu. dengan cara pembuatan yang cukup aneh yaitu menggunakan sisir rambut. bentuknya seperti busa sterofom yang kenyal dengan rasa sedikit asin. biasanya dimakan sebagai campuran bakso,gado-gado, ataupun lainnya.
  • Bontosan = adonan krupuk ikan tenggiri dalam bentuk gelondongan dan sudah dikukus.
  • Sate Udang.
  • Terasi Jepara.
  • Durian Petruk.
  • Gereh Iwak Teri = Ikan teri yang dijadikan semacam ikan asin, kebanyakan dari pulau karimunjawa.
  • Latuh/Lato = sejenis rumput laut, enak dimakan dalam keadaan segar, dan konon bisa menyembuhkan radang tenggorok, amandel.
Naaaaaaaaaaaaaah ! diatas adalah merupakan jenis makanan khas dari jepara mungkin belum lengkap bagi agan agan mungkin bisa nambahin di Kotak komentar ... http://www.pasarjepara.info/2010/01/makanan-khas-jepara.html

Sejarah Seni Ukir Kota Jepara

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Sejarah Ukir Jepara – Suatu kebanggaan jika suatu daerah memiliki produk ciri khas yang bisa dibanggakan ke kota lainnya. Seperti halnya Kota kecil Jepara yang berada di daerah paling utara pulau jawa. Walaupun demikian rupanya banyak produk yang dihasilkan dari kota Jepara yang dikenal juga dengan ratu kalinyamat.

Selain itu juga produk ukir kayu juga dikenal di Jepara dan menjadi ciri khas Jepara Kota ukir. Ukir juga diidentikkan dengan mebel Jepara. Maka dari itu jika ada yang memerlukan produk properti seperti Mebel jati atau ukir jati pasti mencarinya di Jepara.

Dan berikut adalah sejarah dari ukir Jepara yang banyak di lupakan oleh masyarakat Jepara sendiri. Singkat cerita pada zaman dahulu kala hiduplah pengukir dan pelukis  di zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Salah seorang Pengukir itu bernama Prabangkara atau dikenal dengan sebutan Joko Sungging. Dan pada saat itu Raja Brawijaya ingin memiliki lukisan istrinya dalam keadaan telanjang tanpa busana sebagai wujud rasa cinta sang raja.

Dipanggillah ahli ukir dan lukis Prabangkara itu untuk mewujudkan keinginan Raja Brawijaya. Prabangkara mendapatkan tugas yang mustahil dilakukan yaitu melukis istri sang raja dalam keadaan tanpa busana tetapi dia tidak boleh melihat permaisuri dalam keadaan tanpa busana. Tentunya Prabangkara harus melukis menggunakan imajinasi saja. Dan akhirnya Prabangkara melaksanakan tugas tersebut, dan selesai tugasnya dengan sempurna.

Tiba-tiba saja ada seekor cicak buang tinja dan mengenai lukisan permaisuri tersebut. Sehingga lukisan permaisuri tersebut punya tahi lalat. Raja gembira dengan hasil karya Prabangkara tersebut. Dilihatnya dengan detail gambar lukisan tersebut. Dan begitu dia melihat tahi lalat, raja murka. Dia menuduh Prabangkara melihat langsung permaisuri tanpa busana. Karena lokasi tahi lalat persis seperti kenyataan.

Raja Brawijaya pun cemburu dan menghukum pelukis Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang, kemudian menerbangkannya. Layang-layang itu terbang hingga ke Belakang Gunung di Jepara dan mendarat di Belakang Gunung itu. Belakang Gunung itu kini bernama Mulyoharjo di Jepara. Kemudian Prabangkara mengajarkan ilmu mengukir kepada warga Jepara pada waktu itu dan kemahiran ukir warga Jepara bertahan dan lestari hingga sekarang.

Ya itulah sejarah tentang ukir Jepara. Mungkin juga memberi inspirasi bagi ide layang-layang berawak manusia. Mungkin juga sangat berlebihan, bagaimana layang layang terbang dari Majapahit – Jawa Timur hingga ke Jepara Jawa Tengah? Apakah itu story atau history? Disisi Lain ada juga riwayat ukir Jepara tentang mebel Jepara. Yang ini ada bukti otentik berupa artefak peninggalan zaman Ratu Kalinyamat di Masjid Mantingan.

Ukiran Jepara sudah ada jejaknya pada masa Pemerintahan Ratu Kalinyamat (1521-1546) pada 1549. Sang Ratu mempunyai anak perempuan bernama Retno Kencono yang besar peranannya bagi perkembangan seni ukir. Di kerajaan, ada mentri bernama Sungging Badarduwung, yang datang dari Campa (Cambodia) dan dia adalah seorang pengukir yang baik.  Ratu membangun Masjid Mantingan dan Makam Jirat (makam untuk suaminya) dan meminta kepada Sungging untuk  memperindah bangunan itu dengan ukiran. Sampai sekarang, ukiran itu bisa disaksikan di masjid dan Makam Sultan Hadlirin. Terdapat 114 relief pada batu putih. Pada waktu itu, Sungging memenuhi permintaan Ratu Kalinyamat.



LEGENDA

Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona.
Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah laying-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya.
Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara.
Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya.

SEJARAH

1. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI.
2. Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pajajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini.

sumber : http://www.gojepara.com

Rahasia Script SEO untuk Blogspot


Ketika blogwalking kemarin saya menemukan artikel yang lumayan untuk dicoba, saya mendapatkan sebuah script SEO untuk blogspot dari kumpulancara.com, disitu diberikan sebuah script yang mungkin bisa membantu kita para blogger untuk mengoptimalkan SEO blog kita.

Langsung saja, karena saya capek, hehehee

Begini cara kerjanya :
Script ini akan membaca setiap kata pada postingan kita, contohnya jika kita menentukan keyword 'blog', maka setiap kata 'blog' dipostingan kita akan menjadi sebuah link yang akan menuju url yang sudah kita tentukan pula.

Scriptnya seperti ini :

<b:if cond='data:blog.url != data:blog.homepageUrl'>
<script type='text/javascript'>
function autoLink(){
    this.keywdHref = new Object();
    this.add = function(keyword, href){
        if(keyword.substr(0,1) != &quot; &quot;){keyword = &quot; &quot; + keyword;}
        this.keywdHref[keyword] =  href;
    }
    this.createAnchor = function(){
        var objs = document.getElementsByTagName(&quot;div&quot;);
        for(var i=0; i&lt;objs.length; i++){
            var obj = objs[i];
            if(obj.className.indexOf(&quot;post-body&quot;)&gt;-1){
                var content = obj.innerHTML;
                for(var keyword in this.keywdHref){
                    var href = this.keywdHref[keyword];
                    var newstr = content.replace(keyword, &quot;&lt;a href=&#39;&quot;+href+&quot;&#39;&gt;&quot;+keyword+&quot;&lt;/a&gt;&quot;, &quot;gi&quot;);
                    obj.innerHTML = newstr;
                    content = newstr;
                }
            }
        }
    }
    this.startScript = function(){
        var onLoad = window.onload;
        window.onload = function(){
            if(onLoad){onLoad();}
            setTimeout(&quot;f.createAnchor()&quot;, 100);
        }
    }
}
</script>
<script type='text/javascript'>
var f = new autoLink();
f.add(&quot;blog&quot;, &quot;http://infocumacuma.blogspot.com/&quot;);
f.startScript();
</script>
</b:if>

Nah perhatikan yang berwarna biru,
silakan ganti dengan kata kunci yang sobat inginkan,,cukup 1 kata saja jika tidak ingin dibanned ma om gugle. Warna Merah silakan ganti dengan url blog sobat sendiri.

Untuk pemasangan script ini cukup gampang silakan
letakan script diatas code </body>

Sekian dulu ya, jika ada yang kurang ntar ditambahin.

Oh ya ingat, kata yang ditulis bersifat case sensitive, yang berarti kata BLOG dengan blog itu berbeda lo.

<embed allowscriptaccess="sameDomain" flashvars="&amp;col1=b7c628&amp;col2=000000&amp;col3=eeffcc&amp;tzoffset=false&amp;gig_lt=1297562109521&amp;gig_pt=1297562127614&amp;gig_g=1" height="100" loop="false" menu="false" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" quality="best" src="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Digital-Clock-Islamic-Ornamental-Button-3409-8192_134217728.widget?__install_id=1297561840488&amp;__view=expanded" swliveconnect="true" type="application/x-shockwave-flash" width="175" wmode="transparent"></embed>